anak-anak?

Hai semuanya..dr kmaren nulis di blog ini pke bahas inggris mulu,skali2 gak papa kali yah nulis pke bahasa indonesia sehari-hari..

hari ini saya melihat suatu gambar saya pada saat saya kecil di ruang tunggu tamu rumah saya. tiba-tiba jadi teringat aja masa kecil saya dan tiba-tiba juga jadi pengen aja nulis sesuatu temtang anak-anak. tapi anak-anak disini adalah manusia berumur 3-6 tahun.saya sempat berfikir, dengan segala problem orang dewasa punya apakah lebih enak menjadi seorang anak?karena banyak orang beranggapan seperti itu, banyak orang beranggapan sangatlah enak apabila kita kembali ke masa anak-anak.

dari semua ini keluar lah satu pertanyaan

what’s so special being a child?

everything is special. saat kita masih anak-anak semuanya adalah sesuatu yang special. karna saat anak-anak hanya ada kegembiraan, apa pun itu. ya memang tetap ada tangisan dan amarah tetapi itu semua tertupi dengan segala kegembiraan. baik anak-anak dari keluarga kaya ataupun dari keluarga kurang mampu, semuanya menikmati kegembiraan. tetepi jelas dengan fasilitas dan alat kegembiran yang berbeda. segala sesuatu yang menurut kita sebagai orang dewasa biasa saja, dpt menjadi sesuatu yang sangat spesial bagu anak-anak dan menghasilkan suatu kegembiraan.


ya, gambar ini adalah gelembung udara. apakah spesial?menurut saya sebenarnya tak ada sesuatu yang spesial dlm suatu gelembung2 udara. tetapi itu sangat berbeda bila anda bertanya pada anak-anak. itu sangat berarti bagi anak-anak.bahkan para pedagang menjual alat dan bahan pembuat gelembung udara, dan ini digemari dan dibeli para orang tua untuk anak-anak mereka.

dalam foto diatas kita dapat melihat kegembiraan lewat wajah anak anak itu. gelembung udara yang kita anggap sesuatu yang biasa dapat memberikan senyuman kegembiraan pada anak-anak.

tidak hanya itu, saat kita menjadi anak-anak, kita tak perlu memimkirkan segala masalah yang dialami oleh para kaum dewasa. kita tak perlu melakukan seabrer-abrek tugas dengan deadline tertentu, kita tak perlu bersusah payah mencari uang, kita tak perlu memikirkan krisis dunia yang terjadi, kita tak pernah perlu ketakutan akan kehilangan barang, kita tak perlu ketakutan mendapat nilai jelek pada pelajaran, kita tak perlu memikirkan masa depan apa yang akan kita tempuh, dan bahkan kewajiban Agama juga belum perlu dilakukan. Yang kita lakukan hanyalah makan, minum, tidur, kegiatan toilet, dan selebihnya hanyalah bersenang-senang. sungguh mengasikan bukan?

Tetapi bila saya ditanya apakah saya ingin menjadi anak-anak lagi, saya akan menjawab tidak.

Saat menjadi anak-anak, benar kita hampir selalu melakukan sesuatu kegembiraan. tetapi, juga banyak hal-hal yang anak-anak tidak bisa lakukan. saat menjadi anak-anak, kita tak akan menikmati sebuah rokok, kita tak akan tau tentang dan tidak akan mengalami kegiatan seks, kita juga tidak akan bisa menikmati tontonan film yang sangat berkualitas (selain cartoon), kita tak akan bisa menikmati asiknya menyetir dengan kecepatan tinggi, kita tak bisa menikmati dan terlibat dalam kehidupan dunia musik, kita tak bisa berdebatdengan teman kita tentang idielisme, bahkan kita juga tidak bisa menikmati keromantisan cinta dengan lawan jenis kita.

Anda pun dapat menambahkannya sesuai keinginan anda apa yang anak-anak tidak perlu lakukan dan anak-anak yang tak dapat lakukan. yang jelas, menjadi anak-anak adlah sesuatu anugrah sama seperti menjadi dewasa.

bagaimana dengan anda?

Advertisements
Comments
One Response to “anak-anak?”
  1. nisanisyo says:

    i hate being adult

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: